jump to navigation

Time Value of Money (Nilai Waktu Uang) November 13, 2008

Posted by syairdunk in Edukasi.
trackback

Teknik discounted cash flow adalah didasarkan pada konsep time value of money. Konsep ini menyatakan bahwa utilitas uang saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan utilitasnya untuk uang yang sama pada waktu yang akan datang. Konsep ini juga yang sangat popular menjustifikasi bunga atas modal yang dipinjam.

Menurut konsep ini, jika nilai guna uang pinjaman bagi yang dipinjamkan kepada peminjam adalah sama dengan nilai uang pada masa yang akan datang, maka pemberi pinjaman akan menambahkan bunga, sehingga nilai uang pada masa yang akan datang adalah sama dengan nilai uang pada saat ini. Sekarang ini secara konseptual merupakan suatu asumsi yang faulty. Hal ini adalah benar bahwa dalam beberapa kasus nilai guna uang saat ini dapat lebih besar daripada nilai gunanya pada masa yang akan datang.

Semua konsumsi signifoes sehingga nilai uang saat ini (atas sumber daya lainnya yang dikonsumsi) adalah lebih tinggi pada masa saat sekarang, kecuali konsumen akan menggunakannya untuk masa yang akan datang. Tetapi, uang yang disimpan dimanapun di dunia ini merupakan suatu indikasi tertentu yang menunjukkan bahwa penyimpan menerima nilai uang yang disimpan lebih besar di masa yang akan datang dari pada sekarang. Jika tidak, maka seseorang akan mengkonsumsinya sekarang dan uang tersebut memiliki nilai yang lebih besar pada saat sekarang. Jadi, banyaknya modal yang disimpan dan diinvestasikan, nilai uangnya di masa yang akan datang adalah lebih tinggi. Tidak ada justifikasi rasional untuk menambahkan bunga terhadap uang tersebut sehingga membuatnya memiliki nilai yang sama pada masa yang akan datang dengan nilainya sekarang.

Hal ini dapat diperdebatkan bahwa ada suatu keinginan manusia yang dipertanyakan untuk mendapatkan sumber daya sesegera mungkin pada waktu sekarang dibandingkan dengan masa yang akan datang. Oleh karena itu, aset yang menghasilkan cash-flow untuk masa yang akan datang akan menjadi lebih dapat dinilai daripada aset yang menghasilkan cash-flow pada masa yang lalu. Pengamatan kesepakatan umum ini adalah sangat valid, tetapi ini tidak perlu mendiskonto cash-flow dengan discount factor. Seseorang dapat membandingkan tingkat return akuntansi dari dua proposal investasi dan jika dua proposal tersebut sama, kemudian yang satunya mampu memberikan cash-flow yang lebih tinggi pada waktu yang dipilih. Tetapi jika tingkat return tidak sama, pada umumnya, proposal yang memberikan cash-flow yang lebih tinggi akan digunakan, kecuali jika seseorang itu mengharapkan bahwa dalam kasus tingkat return yang lebih tinggi, cash-flow yang diterima lebih dahulu saat ini akan menjadi cocok untuk diinvestasikan kembali dan tingkat return kumulatifnya akan lebih tinggi.[39] Tetapi kembali bahwa hal ini tidak perlu suatu discounting.

<span class=”fullpost”>

Kesulitan-kesulitas Praktis dalam Penerapan Konsep

Konsep yang seperti diterapkan dalam akuntansi dan ekonomi konvensional adalah penuh dengan judgement nilai yang subyektif dan bauran estimasi. Jika kita ingin keluar dari hal-hal yang bersifat matematis, tetap ada sedikit justifikasi yang berhubungan dengan konsep ini untuk diterapkan secara rasional. Beberapa kesulitan dalam penerapannya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk teknik ini harus diterapkan, kecuali untuk cash-flow yang pertama, yang menunjukkan tanda negatif, semua subsekuen arus kas masuk (masa yang akan datang) harus menjadi positif. Jika ini tidak, mungkin tidak ada tingkat (bunga) yang unik sehingga akan mendiskon flow back kemabli ke investasi semula.[40]
  2. Metode ini berasumsi bahwa discounting factor harus positif.[41] Ini juga merupakan asumsi yang tidak riil. Pada saat inflasi tinggi, discount factor (seperti: tingkat bunga) dapat menjadi negatif. Lebih-lebih, seperti yang dibicarakan di atas, tidak benar dengan menganggap bahwa nilai uang sekarang selalu lebih besar dibanding pada masa yang akan datang. Ini semua tergantung pada pribadi masing-masing, lingkungannya, kemungkinan masa depan dan risiko yang ada pada masa depan.
  3. Metode ini mengasumsikan bahwa ada pasar yang efisien untuk cash-flow pada masa yang akan datang. Ini berarti bahwa apakah cash-flow akan dihasilkan pada masa yang akan datang, ini akan diinvestasikan secara menguntungkan dan bahwa ada pasar yang pasti seperti ini. Singkatnya, ini hanya sebatas pikiran harapan saja.
  4. Konsep nilai waktu uang beranggapan bahwa “perusahaan mampu melakukan ekspansi yang tak terbatas pada masa yang akan datang tanpa invalidating model. Sebagai contoh, seorang pengemis menjual korek api di perempatan jalan dengan berharap modalnya kembali, tetapi ia tetap saja menjadi orang miskin yang tidak bahagia.[42]
  5. Tidak ada dasar obyektif untuk “pengubahan harapan mengenai aliran kas pada masa yang akan datang kedalam nilai itu sendiri atau ekuivalen tertentu tanpa mengetahui preferensi risiko pengguna informasi; maka penyesuaian yang menggunakan discount rate yang subyektif secara konseptual adalah tidak cocok.[43]
  6. Metode yang hanya menerapkan faktor waktu dan aliran kas yang diharapkan. Maka semua faktor ekonomi, teknologi, politik dan sosial lainnya adalah diabaikan. Sebagaimana diketahui, bahwa profitabilitas aset atau bisnis adalah tergantung pada faktor yang komplek. Oleh karena itu, analisis yang didasarkan pada dua faktor ini tidak reliabel.
  7. Metode ini tidak cocok untuk akuntabilitas manajemen. Karena metode ini tidak menjadi jelas, apakah pendapatan yang diharapkan melalui metode ini menunjuk pada upaya manajemen atau beberapa faktor lainnya.
  8. Saat discounting untuk masa depan, hal ini sering kali lupa bahwa perusahaan itu telah berada pada masa lalu dan sekarang. Kejadian masa lalu dan lingkungan saat ini secara keseluruhan diabaikan, walaupun pada saatnya faktor itu adalah relevan.
  9. Tujuan metode ini adalah mengestimasi pendapatan perusahaan, yang merupakan hasil dari kejadian pada masa yang lalu. Tetapi tidak menggunakan data masa yang lalu untuk mengestimasikannya, namun malah menggunakan informasi untuk memprediksikannya sendiri mengenai masa depan. Juga, metode ini tidak memberikan suatu kriteria penilaian prediksi yang dibuat oleh manajemen.[44]
  10. Dalam kehidupan riil, yang namanya ketidak pastian adalah terjadi, harapan merupakan cerminan dari mood seseorang yang membuat estimasi, yang sangat dipengaruhi oleh optimisme dan pesimismenya. Bagi manusia adalah sulit unruk melihat ke depan mengenai masa depan secara realistik.
  11. Aliran kas yang diharapkan di masa depan adalah disesuaikan untuk ketidakpastian dengan menggunakan probabilitas realisasinya. Tetapi probabilitas ini adalah subyektif. Biasanya tidak ada dasar untuknya. Hal serupa adalah kasus penyesuaian yang dibuat dengan discount rate atas preferensi risiko. Mereka berpersepsi manajemen atau akuntan dan mereka adalah sangat subyektif.
  12. Produktivitas aset sering tergantung pada kombinasinya dengan aset lain atau aktivitas manusia itu sendiri. Dalam prakteknya, hal ini menjadi amat sulit untuk mengestimasikan aliran kas yang muncul dari salah satu aset tertentu.

Inilah kesulitan-kesulitan praktis dalam menggunakan metode ini. Kami mengerti bahwa metode discounted cash flow adalah didasarkan pada konsep nilai waktu uang, yang seringkali digunakan sebagai legitimasi bunga. Bahkan ketika kita tidak menggunakan tingkat bunga sebagai discounting factor, penerimaan konsep nilai waktu uang akan membenarkan bunga sebagai konsep yang beralasan dan rasional. Kami berfikir konsep ini memiliki kesulitan rasional. Konsep ini juga melanggar syari’ah yang melarang adanya bunga.

</span>

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: