jump to navigation

Audit Fungsi Pembelian Oktober 26, 2008

Posted by syairdunk in Edukasi.
trackback

Pelaksana kegiatan audit harus berusaha mencari dan menemukan informasi tentang rumusan sasaran strategik fungsi pembelian dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti besaran perusahaan, pada sektor industri apa perusahaan bergerak, berbagai jenis pengeluaran yang dilakukan, terutama dalam jumlah besar, tipe-tipe produk yang dihasilkan dan dipasarkan serta dijual oleh perusahaan. Kemampuan peruahaan untuk menduduki posisi tawar yang kuat atau tidak.

Perencanaan Induk Sebagai Objek Audit

Rencana induk bidang pembelian sangat penting untuk dijadikan objek audit. Sebab tepat tidaknya rencana induk akan berpengaruh kuat pada lancar tidaknya berbagai kegiatan lain dalam perusahaan, diselenggarakan, termasuk perencanaannya. Dengan kata lain, satuan pembelian harus mengkoordinasikan kegiatan dan proses perencanaannya dengan berbagai satuan atau bidang lain dalam perusahaan yang bersangkutan. Bahkan rencana induk perusahaan sebagai keseluruhan juga turut dipengaruhinya. Contoh konkretnya adalah bahwa jika rencana induk satuan pembelian dikoordinasikan dengan baik dengan rencana produksi, rencana pemasaran, rencana promosi dan periklanan serta rencana penjualan, berarti bahwa kegiatan produksi akan berjalan lancar berkat tersedianya bahan mentah dan bahan baku yang diperlukan dalam arti jumlah, jenis, mutu dan waktu penyerahannya oleh pemasok. Pada gilirannya, jika proses produksi berjalan lancar, bidang pemasaran dan bidang-bidang lainnya akan dapat melakukan fungsinya dengan baik. <>

Tipe dan Struktur Organisasi sebagai Objek Audit

Fungsi Pembelian diselenggarakan secara terpusat artinya hanya ada satu unit kerja yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk melakukan segala jenis pembelian barang, bahan, mesin, suku cadang dan sarana kerja lainnya. Selain itu satuan kerja pembelian harus mampu bekerja sama dengan berbagai pihak yang harus dilayani dan didukungnya. Kemampuan satuan kerja pembelian menjual dirinya kepada komponen-komponen lain perlu dibuktikan antara lain dengan jalan (a) tidak menonjolkan kekuasaannya, (b) penekanan pentingnya koordinasi dan kerja sama, (c) bahwa posisi yang diduduki oleh satuan kerja tersebut dalam organisasi sudah tepat, dan (d) bahwa di jajaran unit kerja terdapat tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan mereka memberikan pelayanan yang diperlukan oleh semua komponen lain dengan efisien dan efektif.

Mekanisme Pengendalian Pembelian sebagai Objek Audit

Pada intinya, menjadikan mekanisme pengendalian pembelian sebagai objek audit berarti mencari informasi tentang tiga hal, yaitu : (a) menjamin bahwa pembelian terselenggara dengan orientasi pembelian yang paling menguntungkan bagi perusahaan, (b) kebutuhan seluruh satuan kerja dalam perusahaan terpenuhi, dalam arti jumlah jenis, mutu dan waktu penyerahan, dan (c) kepentingan seluruh perusahaan lebih terjamin dengan kebijaksanaan pembelian terpusat.

Apabila dalam perusahaan, kebijaksanaan desentralisasi pembelian yang diberlakukan, pelaksana audit perlu mengetahui siapa yang bertanggung jawab untuk membeli apa dan dengan demikian dapat dibuat suatu deksripsi tentang sistem pembelian yang diterapkan disertai suatu analisis tentang sistem pembelian yang diterapkan disertai suatu analisis tentang keunggulan dan kelemahannya.

Pengalaman banyak perusahaan menunjukkan bahwa merupakan tindakan yang bijaksana dari pihak manajemen apabila kebijaksanaan pembelian dinyatakan secara tertulis. Dengan demikian akan jelas terlihat pada tingkat mana wewenang dan tanggung jawab pembelian diletakkan yang bisa berarti pada tingkat perusahaan, tingkat satuan bisnis, tingkat bidang fungsional atau bahkan mungkin tingkat operasional. </span>

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: