jump to navigation

Sampai kapan HNP ini Menghantui? April 27, 2016

Posted by syairdunk in Uncategorized.
add a comment

Sy sdh hampir 3 bln ini merasakan sakit dr pinggang yg mnjalar sampai kaki sebelah kiri. Awalx sy ga mikir macam2 cm ke tukang urut pasti sembuh krna aktivitas sy jg cm di kantor seharian. Trnyata setelah ke bbrpa tukang urut ga ada yg bisa nyembuhin. Akhirx ke dokter umum, dcek darah sm urin bagus. Pake x-ray cm tulang normal. Akhirx dirrujuk ke dokter ahli saraf. Krna di tmpat sy blm ada MRI maka dokter cm bisa mnyimpulkan dr hasil rontgen, dan hasil tes urin dan darah dr lab. Beliau mendiagnosa sy kena HNP.

Untuk stadium I dan II dokter bilang msih bisa dsembuhkan dgn obat dan fisioterapi. Trus sy tanya “sy sdh stadium brpa dok?” Dokter mnjawab klo dia tdk bisa mnyimpulkan sblm di MRI. Tp paling tidak dr waktu sy mnderita bru 2 bln mgkin msih bisa sembuh dgn obat dan fisioterapi. Jadilah sy cuti 6 hari di kntor untuk terapi PMS slama 5 hari brturut-turut. Apesnya, bru 1x terapi alatnya rusak dan harus dpesan lg dr Rusia menunggu 3 bln. Jadilah sisa cuti sy habiskan di rumah berbaring sepanjang hari. Alhasil masuk kantor kmbali masih dgn perasaan sakit yg blm brkurang sama sekali.

Oh iya, sy jg masih menunggu jaco lumbar pillow yg sy pesan seminggu yang lalu. Semoga alat itu bisa membantu sperti yg ditampilkan di iklam TV,,amiiin

Tabungan, Masihkan diminati? Januari 19, 2010

Posted by syairdunk in Uncategorized.
add a comment
MENABUNG. Satu kata kerja yang mudah dikatakan, namun praktiknya acap masih saja sulit dilakukan, apalagi secara rutin.

Selain motivasi setiap orang untuk menabung sangat beragam, juga karena kemampuan bagi sebagian besar masyarakat yang masih terbatas. Mengingat beberapa bagian dari penghasilan atau pendapatan yang diperoleh saat ini harus disimpan, untuk digunakan kemudian pada lain waktu, sesuai kebutuhan atau untuk keperluan tidak terduga.

Dari sekian banyak cara menabung, menabung pada lembaga keuangan seperti perbankan telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat selama ini. Berbeda misalnya dengan cara menabung pada zaman baheula, yang merasa cukup aman menyimpan uangnya di rumah, baik itu disimpan pada celengan gerabah, maupun di bawah bantal atau kasur.

Pergeseran pola masyarakat untuk menabung tersebut, diakui pula telah mengembangkan bisnis perbankan. Di antara tiga layanan produk perbankan itu, tabungan tergolong bentuk produk yang paling populer dan dikenal luas masyarakat, dibandingkan deposito dan giro. Selain persyaratan yang relatif mudah seperti cukup dengan mengisi aplikasi dan melampirkan identitas diri seperti KTP, SIM, paspor, atau kartu identitas lainnya, juga dana awal tabungan yang disetorkan ke bank relatif kecil. Belum lagi, beberapa fasilitas yang ditawarkan bank cukup menarik, baik kemudahan transaksi, proteksi asuransi maupun program berhadiah.

Meski begitu, tingkat bunga produk tabungan ini umumnya relatif kecil ketimbang bunga deposito dan giro. Bahkan sejumlah pengamat maupun konsultan keuangan mengakui, “salah satu kelemahan produk tabungan karena tingkat bunga yang rendah”. Apalagi bagi nasabah yang memiliki nilai saldo terbatas, karena bunga tabungan yang seharusnya diperoleh lebih rendah dibandingkan biaya administrasi atau potongan pajak. Sehingga, nasabah tidak mendapatkan bunga, malah saldonya terus berkurang akibat beberapa potongan tersebut.

**

SEBUTLAH Ny. Ena, ibu rumah tangga, yang bingung karena saldo tabungannya di bank secara perlahan terus berkurang. Meski, tergolong pasif menabung (kadang menabung, kadang tidak), Ny. Ena yang baru saja beberapa bulan menjadi nasabah pada salah satu bank swasta nasional ini, awalnya tidak terlalu peduli dengan posisi saldo tiap bulannya.

Namun, karena ada potongan biaya administrasi termasuk biaya ATM (anjungan tunai mandiri) setiap bulan dengan saldo rata-rata yang terbatas sekira Rp 1 juta, saldo tabungannya terus berkurang. Bunga tabungan yang seharusnya ia peroleh, terpotong beberapa biaya administrasi. “Padahal, saya tergolong jarang simpan atau ngambil uang tabungan,” katanya.


Uniknya, setelah mengetahui penyebab saldo tabungannya itu berkurang, Ny. Ena tidak melakukan apa-apa. Sedikit berbeda dengan Lucky, pegawai instansi pemerintah. Dia sama sekali tidak peduli dengan raihan bunga tabungan yang kecil dan setiap bulan terkena potongan biaya administrasi serta pajak tabungan. Karena, motivasinya menabung bukan mengejar bunga, tapi lebih untuk kemudahan melakukan transaksi sehari-hari lewat ATM. “Kalau nabung untuk investasi dan bisa meraih return, saya simpan di deposito yang bunganya lebih tinggi,” katanya.

Lain lagi halnya Beng-beng, mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi swasta Bandung, yang nyaris tidak merasakan manfaat menjadi nasabah tabungan. Pasalnya, uang bulanan yang dikirim orangtuanya dari luar kota dan ia simpan pada tabungannya menjadi berkurang karena terpotong beban biaya administrasi. “Sebagai anak kos yang belum punya penghasilan, cukup berat juga nyimpen uang untuk kebutuhan sehari-hari di bank. Tapi, mau kemana lagi saya simpan uangnya, kalau tidak di bank,” tuturnya.

Apa yang dialami oleh beberapa nasabah tersebut, mungkin contoh kecil dari sekian banyak nasabah tabungan selama ini. Mereka tampaknya tidak memiliki alternatif lain untuk menyimpan dananya di bank, apalagi dengan nominal saldo yang terbatas. Terbukti, mereka akhirnya hanya mengandalkan “insentif” atau kompensasi pelayanan lain yang ditawarkan bank, selain faktor keamanan juga kemudahan melakukan sejumlah transaksi keuangan.

**

UMUMNYA bank yang juga lembaga bisnis tentu membutuhkan biaya operasional untuk mendukung usahanya tersebut. Ini tampak jelas, di antaranya dari beban biaya administrasi yang dibebankan kepada para nasabah tabungan selama ini.

Dari pengamatan “PR” baru-baru ini pada beberapa bank milik swasta dan pemerintah di Kota Bandung misalnya, yang menerapkan biaya administrasi, bunga tabungan dan setoran awal minimum yang cukup beragam. Beberapa contoh bank ini hanya untuk memberikan gambaran secara umum besarnya biaya administrasi, bunga tabungan, dsb., yang berlaku.

Tahapan BCA contohnya, biaya administrasi ditetapkan sesuai dengan kartu ATM yang dimiliki nasabah. Biaya administrasi bagi nasabah yang memegang ATM “Silver” Rp 7.500,00/bulan, ATM “Gold” Rp 10.000,00/bulan dan ATM “Platinum” Rp 15.000,00/bulan. Kemudian, ada pajak tabungan sebesar 20% dari bunga tabungan.

Sedangkan bunga tabungan, ditetapkan sesuai saldo nasabah dan dihitung berdasarkan bunga harian. Untuk saldo rata-rata kurang dari Rp 500.000,00 tidak mendapat bunga (0%). Saldo Rp 1 – 5 juta, bunganya 2%/tahun. Saldo diatas Rp 5 juta dan hingga Rp 1 miliar, bunganya 4,25%/tahun, dst. Adapun, setoran awalnya Rp 500.000,00 dan selanjutnya minimum Rp 50.000,00.

Selain itu, Bank BRI melalui tabungan Britama dan Simpedes. Biaya administrasi bulanan tabungan Britama misalnya, ditetapkan Rp 5.000,00 dan bagi nasabah yang memiliki ATM dikenakan lagi biaya Rp 3.000,00. Kemudian tabungan Simpedes, bagi nasabah yang saldonya di bawah Rp 3 juta terkena biaya administrasi Rp 1.000,00 – Rp 4.500,00/bulan. Dan bagi nasabah yang saldonya di atas Rp 3 juta terkena biaya administrasi Rp 5.000,00/bulan.

Sedangkan bunga tabungannya, berkisar 3,5 – 5%/ tahun. Namun, bagi saldo rata-rata yang di atas Rp 7,5 juta akan terkena pajak sebesar 20% dari bunga tabungan. Perbedaan kedua jenis tabungan BRI ini di antaranya terlihat dari setoran awalnya, tabungan Britama Rp 200.000,00 dan tabungan Simpedes Rp 100.000,00

Sementara Permata Tabungan di Bank Permata, biaya administrasi bulanannya tergantung saldo tabungan. Misal saldo di bawah Rp 500.000,00 dikenai biaya administrasi Rp 7.500,00 dan saldo di atas Rp 500.000,00 dikenai biaya administrasi Rp 5.000,00. Ditambah lagi bagi nasabah yang memegang ATM dikenai pula biaya Rp 2.500,00.

Bunga Tabungan Permata cukup bervariasi, saldo di bawah Rp 1 juta tidak mendapat bunga (0%), saldo antara Rp 1 juta hingga kurang dari Rp 10 juta (bunganya 2%/tahun), saldo antara Rp 10 juta hingga kurang dari Rp 100 juta (bunganya 3%/tahun), saldo antara Rp 100 juta hingga kurang dari Rp 250 juta (bunganya 3,5%/tahun), dan saldo lebih dari Rp 250 juta (bunganya 4%/tahun). Adapun, setoran awal minimum Tabungan Permata Rp 250.000,00 dan setoran selanjutnya Rp 50.000,00. (Ivan W./ “PR”)***

Sang penemu angka Nol Oktober 15, 2009

Posted by syairdunk in Uncategorized.
add a comment

2000_98_1---Number-Zero_web

Dunia Eropa / Barat dari dulu s/d sekarang sepertinya mengklaim bahwa Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Eropa / Barat tapi tahukah anda, sejatinya asal Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Timur Tengah yaitu Mesopotamia yang menjadi peradaban tertua di dunia.

Masyarakat dunia sangat mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar. Namun, dibalik kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil pemikirannya sangat dipengaruhi oleh ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Dia adalah seorang tokoh yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780. Selama ini banyak kaum terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa / Barat padahal sejatinya banyak ilmuwan Muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika dari barat

Selain ahli dalam matematika al-Khawarizmi, yang kemudian menetap di Qutrubulli (sebalah barat Bagdad), juga seorang ahli geografi, sejarah dan juga seniman. Karya-karyanya dalam bidang matematika dimaktub dalam Kitabul Jama wat Tafriq dan Hisab al-Jabar wal Muqabla. Inilah yang menjadi rujukan para ilmuwan Eropa termasuk Leonardo Fibonacce serta Jacob Florence.

https://i1.wp.com/www.waqafanempire.org/apisweb/wp-content/uploads/2009/07/khawarizmi.jpg

Muhammad bin Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya coba jika angka 0 (nol) tidak ditemukan coba? Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini.

al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Karyanya Kitab Surat Al Ard menggambarkan secara detail bagian-bagian bumi. CA Nallino, penterjemah karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin, menegaskan bahwa tak ada seorang Eropa pun yang dapat menghasilkan karya seperti al-Khawarizmi ini.

Sumber: http://ajikarsono.wordpress.com/2009/09/27/tahukah-anda-siapa-penemu-angka-nol/

Jakarta, Kota Terjorok no 3 didunia Oktober 15, 2009

Posted by syairdunk in Discussion Board.
add a comment

ANTARANEWS. sampah Lingkungan menjadi permasalahan serius di Jakarta. Bahkan menurut WHO buruknya kualitas lingkungan menempatkan Jakarta sebagai kota dengan tingkat polusi udara terburuk ketiga di dunia setelah Meksiko dan Thailand.

jakarta_slum2

“Lingkungan yang bersih merupakan harga mati yang harus segera diciptakan. Agar predikat Jakarta sebagai kota nomor tiga terjorok di dunia hilang,” kata Deputi Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Ahmad Haryadi, akhir pekan lalu, seperti dikutip situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Upaya pemulihan kualitas lingkungan Jakarta menjadi bahasan utama dalam pertemuan yang diselenggarakan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) dan Dewan Pakar Lingkungan, Jumat, 9 Oktober lalu.
Sebagai simbol negara, Jakarta harus mengutamakan pengelolaan lingkungan hidup. “Permasalahan tersebut adalah masalah bersama. Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarang dan mencintai lingkungan,” kata Ahmad.
Ketua BPLHD DKI Jakarta, Peni Susanti, mengatakan, demi menciptakan lingkungan yang bersih, masyarakat akan diajak menyukseskan program one man one tree one biopori. Setiap warga diajak menanam satu pohon di pekarangan rumahnya. Masyarakat juga diajak membuat lubang biopori yang dinilai efektif untuk mengurangi dampak banjir.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Jakarta, Ubaidillah, medio September 2009, mengatakan, penyumbang polutan terbesar adalah sektor transportasi yang mencapai 70 persen. Polutan dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor yang jumlahnya mencapai jutaan unit di Ibu Kota.
Selain kampanye one man one tree one biopori, menekan penggunaan kendaraan pribadi yang kian tak terkendali juga merupakan salah satu cara efektif untuk menekan tingkat polusi udara. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menyediakan angkutan massal yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hendaknya juga segera memenuhi aturan minimal ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta sebesar 13,94 persen dari luas Jakarta. Jakarta saat ini baru memiliki sekitar 9 persen RTH. Padahal idealnya RTH seluas 30 persen. RTH sangat diperlukan untuk menyerap polutan demi peningkatan kualitas udara.
macet2

Perbedaan antara pintar, cerdas, kreatif dan inovatif Oktober 11, 2009

Posted by syairdunk in Edukasi.
add a comment

brain-763982-1

Belajarlah seiring dengan hembusan nafas, berhenti belajar ketika nafas berhenti. Belajar juga yang akan membedakan seseorang bisa menyikapi kondisi yang sama dengan cara yang berbeda, tentu saja mendapatkan keuntungan dari kondisi paling merugikan sekalipun. Mengisi hidup yang penuh tidak hanya membutuhkan kepintaran, tapi juga kecerdasan, kreativitas dan inovasi. Apa bedanya?
Kepintaran adalah kemampuan Anda dalam menyerap informasi. Ketika Anda mampu membaca dan mengambil ilmu pengetahuan dari buku atau informasi yang Anda serap, Anda cukup pintar. Akan tetapi, kepintaran berhenti disitu saja. Orang pintar memiliki banyak pengetahuan, akan tetapi kadang menghambatnya dalam pengambilan keputusan, karena pengetahuan yang banyak itu memberikan banyak informasi.
Kecerdasan adalah kemampuan mengelola kepintaran. Orang yang sukses kadang orang yang tidak terlalu pintar, akan tetapi bisa mengelola orang pintar. Kecerdasan membuat Anda tahu siapa orang pintar yang cocok mengerjakan jenis pekerjaan tertentu. Kecerdasan membuat Anda bisa mengambil keuntungan dari kombinasi kepintaran.
Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat perbedaan. Orang yang kreatif adalah orang yang melihat hal yang sama tapi berpikir dengan cara yang berbeda. Kreativitas menghasilkan perbedaan dan orang yang kreatif bisa stand out of the crowd, tampil diantara kerumunan orang. Perbedaan membuat peluang baru terbuka.
Inovatif adalah kemampuan untuk menemukan nilai komersil dari kreativitas. Inovasi membuat kreativitas tidak cukup untuk meraih sukses. Kreatif hanya membuat perbedaan, inovasi membuat perbedaan tersebut memiliki nilai komersil.
Oleh karena itu, belajarlah seumur hidup, dan Anda bisa memiliki kepintaran, kecerdasan, kreativitas dan inovasi. Semuanya bukanlah bakat, akan tetapi disiplin. Tentu saja bisa dipelajari.

Sumber: http://hermawayne.blogspot.com/search?updated-max=2009-10-11T22%3A13%3A00-07%3A00&max-results=1

Rahasia untuk Tampil Bicara dengan Nyaman, Rileks, Persuasif, dan Berdampak Maksimal di Era Krisis dan Resesi Februari 14, 2009

Posted by syairdunk in Life Style.
1 comment so far

Siapapun Anda, Anda pasti tahu persis bahwa cepat atau lambat, sejalan dengan perjalanan usia, karir, profesi, dan bisnis Anda, sejalan dengan berputarnya roda perekonomian, sejalan dengan makin ketatnya persaingan, seiring dengan makin meningkatnya krisis dan resesi, Anda akan lebih sering tampil dan berbicara di hadapan orang lain.

Di hadapan mereka, Anda akan menjalani peran sebagai pemimpin, penjual, pembicara, narasumber, trainer, konsultan, guru atau dosen, dan bahkan pemuka agama atau pejabat dan politikus. Anda butuh keahlian khusus, yaitu keahlian public speaking.

Selain teknik berpresentasi dan teknik berbicara, Anda membutuhkan keahlian lain yang juga mendasar, yaitu keahlian mengasah mentalitas sebagai seorang public speaker.

Dengan mentalitas yang dikembangkan lebih baik, Anda akan menjadi seorang pembicara publik yang handal, yang membuat Anda mampu berbicara dan berpresentasi tentang apapun, kapanpun, di manapun, dan di hadapan siapapun!

Dengan mentalitas Public speaker yang terasah dengan baik, Anda akan mampu menjadikan setiap pengalaman berbicara dan berpresentasi sebagai sebuah pengalaman yang berkesan dan berdampak bagi Anda dan bagi audience Anda.

Dengan mentalitas public speaker yang makin baik, Anda akan menjadi seorang pembicara yang selalu siap mental dan penuh percaya diri di setiap kesempatan untuk berbicara dan berpresentasi.

Dengan mentalitas public speaker yang makin baik, Anda akan mampu merubah rasa percaya diri Anda menjadi unsur “sebab” bagi kemajuan dan kesuksesan Anda.

Bagaimana Anda mengatasi GANGGUAN FISIK berikut ini?

Deg-degan
Jantung berdebar
Keringat dingin di dahi
Telapak tangan dingin dan berkeringat
Banjir keringat di seluruh tubuh
Tangan atau lutut gemetar
Kaki merasa lemas
Suara parau atau bahkan tidak keluar
Pusing atau pandangan berkunang-kunang
Mual-mual atau sakit perut
Wajah pucat atau tegang
Tubuh tidak rileks
Terbata-bata atau suara tidak keluar
Merasa ingin buang air kecil
Tenggorokan terasa kering atau tercekat
Tidak berani menatap audience
Berbicara terlalu cepat atau terbata-bata
Blank atau terdiam terpaku

Bagaimana Anda mengatasi GANGGUAN MENTAL berikut ini?

Anda selalu gugup dan nervous saat berbicara dan berpresentasi

Anda selalu cemas dan khawatir jika sewaktu-waktu diminta berbicara atau berpresentasi

Anda benar-benar grogi saat akan berbicara atau berpresentasi

Anda terganggu karena di antara audience Anda, ada orang-orang yang Anda anggap lebih pintar, lebih hebat, lebih baik, atau lebih tinggi jabatannya

Anda merasa setiap bola mata menatap Anda dengan tajam dan menciptakan rasa tidak nyaman pada diri Anda

Setiap kali diminta untuk berbicara atau berpresentasi, Anda selalu mencari alasan untuk menghindarinya, sekalipun tidak logis dan tidak rasional. “Aduh, saya ada acara nih!” “Mendingan disamber gledek deh!”

Anda selalu merasa bahwa setiap sesi berbicara dan berpresentasi adalah sebuah sesi yang mengandung risiko dan berbahaya bagi Anda

Anda selalu mensabotase diri Anda untuk tampil berbicara dan berpresentasi, dengan alasan belum siap atau belum sempurna

Anda sangat dihantui oleh ketakutan “melakukan kesalahan” jika harus berbicara dan berpresentasi

Anda merasa sangat ingin bahwa jika Anda berbicara dan berpresentasi, segala sesuatu harus “under control”

Anda sangat khawatir bahwa sesi bicara dan presentasi Anda akan dianggap “gagal”

Anda merasa sangat ketakutan karena khawatir “tidak bisa menjawab pertanyaan audience”

Anda sangat khawatir diserang “kepanikan” jika sesi berbicara dan berpresentasi tidak berjalan sebagaimana yang Anda harapkan

Anda sangat terganggu oleh berbagai pertanyaan “bagaimana jika begini?” dan “bagaimana jika begitu?”

Saat berbicara dan berpresentasi, Anda sangat menginginkan audience “takluk” pada Anda sepenuhnya

Setiap kali diminta berbicara atau berpresentasi, Anda melemparkan kesempatan itu kepada orang lain dengan alasan bahwa mereka lebih baik dari Anda

Bagaimanakah semua gangguan itu pada akhirnya menjadi MASALAH BESAR bagi Anda dan bagi orang-orang di sekitar Anda? Padahal kesempatan untuk tampil berbicara dan berpresentasi bisa jadi adalah kesempatan terbaik bagi Anda untuk maju, berprestasi, mencapai cita-cita dan kesuksesan Anda.

Anda telah menyia-nyiakannya sekian lama!

Maukah Anda melakukan terobosan terbaik bagi Anda dan masa depan Anda?

PENGAMATAN LINGKUNGAN DAN ANALISIS INDUSTRI Januari 2, 2009

Posted by syairdunk in Life Style.
8 comments

Pertanyaan-pertanyaan diskusi :

1. Mengapa ketidakpastian lingkungan menjadi topik yang penting dalam manajemen strategis?

Jawab : Ketidakpastian lingkungan mengacu pada gabungan antara tingkat kompleksitas dengan tingkat perubahan dalam lingkungan eksternal organisasi. Ketidakpastian lingkungan merupakan ancaman bagi manajemen strategis karena ketidak pastian menghambat kemampuan organisasi untuk mengembangkan rencana jangka panjang dan untuk membuat keputusan strategis untuk menjaga perusahaan seimbang dengan lingkungan eksternal.

2. Diskusikan mengenai bagaimana suatu perkembangan dalam lingkungan masyarakat suatu perusahaan dapat mempengaruhi perusahaan melalui lingkungan kerjanya. Berikan contoh.

Jawab : Untuk memahami lingkungan kerja perusahaan, manajemen perlu memonitor dan memahami keinginan dari setiap kelompok stakeholder. Setiap kelompok stakeholder, termasuk masyarakat, memiliki kriteria sendiri untuk menentukan seberapa baik kinerja perusahaan dan terus menerus menilai aktivitas perusahaan dalam hal pengaruhnya terhadap kelompok.

Sebagai contoh, jika kelompok masyarakat tidak percaya bahwa perusahaan tidak akan melakukan aktivitasnya sebagaimana mestinya, maka masyarakat akan menekan organisasi untuk memperbaiki situasi. Oleh karena itu, semua level manajemen harus peduli tidak hanya pada stakeholder prinsipal dalam lingkungan kerja perusahaan, tetapi juga pada kriteria-kriteria yang digunakan oleh setiap kelompok dalam menilai kinerja perusahaan.

3. Bagaimana penganalis mengidentifikasi faktor-faktor strategis eksternal bagi perusahaan tertentu?

Jawab : Salah satu cara bagi penganalis dalam mengidentifikasi dan menganalisis perkembangan dalam lingkungan sosial adalah dengan menggunakan Matriks Analisa Tren Lingkungan, yang meliputi langkah-langkah sebagai berikut :

Pertama, identifikasi kekuatan yang muncul dari setiap kekuatan yang ada dalam lingkungan sosial.

Kedua, berusaha memastikan pengaruh yang paling mungkin dari setiap kecenderungan tersebut, terhadap sepuluh elemen yang ada di lingkungan kerja perusahaan.

Pendekatan tersebut memungkinkan manajer strategis mengestimasi bagaimana perkembangan di masa yang akan datang mempengaruhi perusahaan melalui pengaruh-pengaruhnya terhadap elemen-elemen dalam lingkungan kerja perusahaan.

4. Apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan bahwa informasi mengenai faktor-faktor lingkungan strategis mendapatkan perhatian dari pembuat strategi?

Jawab : Jika dianalisis, data lingkungan akan membentuk sekumpulan isu lingkungan strategis, dimana tren dan perkembangan dapat digunakan untuk menentukan kondisi yang akan datang. Akan tetapi, sepanjang menajemen strategis diperhatikan, tren dan perkembangan tersebut harus menganalisis lebih jauh isu-isu lingkungan strategis untuk mengidentifikasi pentingnya isu tersebut bagi masa depan perusahaan.

Untuk memastikan bahwa informasi mengenai faktor-faktor lingkungan mendapat perhatian dari pembuat strategi, manajemen dapat menggunakan isu matriks prioritas untuk membantu mereka memutuskan mana isu strategis yang hanya perlu diamati (prioritas rendah) dan mana yang perlu dimonitor sebagai faktor strategis (prioritas tinggi). Mereka dapat mengkategorikan faktor-faktor eksternal perusahaan sebagai kesempatan dan ancaman, dan memasukkannya dalam perumusan strategi mereka.

5. Menurut Porter, faktor-faktor apakah yang menentukan tingkat intensitas persaingan antara perusahaan-perusahaan? Secara singkat, jelaskan masing-masing faktor tersebut.

Jawab : Porter dalam analisa strategi kompetitifnya berpendapat bahwa perusahaan lebih memberikan perhatian pada persaingan yang ada dalam industrinya. Dalam melakukan pengamatan industri, perusahaan harus menilai pentingnya lima kekuatan untuk sukses, yaitu :

Ø Ancaman pendatang baru; biasanya membawa kapasitas baru sebagai usaha untuk mendapatkan keuntungan dari pasar saham, dan sumber daya penting. Mereka akan menjadi ancaman untuk membangun perusahaan.

Ø Persaingan di antara perusahaan yang sudah ada; yang digerakkan oleh satu perusahaan dapat dipastikan mempengaruhi para pesaingnya dan mungkin menyebabkan pembalasan atau usaha-usaha perlawanan. Menurut Porter, intensitas persaingan berhubungan dengan beberapa faktor yaitu : jumlah pesaing, tingkat pertumbuhan industri, karakteristik produk atau jasa, jumlah biaya tetap, kapasitas, tingginya penghalang untuk keluar, dan diversitas pesaing.

Ø Ancaman produk pengganti; yang biasanya muncul dalam bentuk berbeda, tetapi dapat memuaskan kebutuhan yang sama dari produk lain. Menurut porter, “Pergantian membatasi pendapatan potensial dari suatu industri karena batas atas pada harga-harga perusahaan dalam suatu industri berpengaruh signifikan terhadap laba.”

Ø Bargaining Power (kekuatan penawaran pemasok); dapat mempengaruhi industri dengan menaikkan harga atau menurunkan kualitas barang atau jasa yang dibeli.

Ø Kekuatan penawaran Pembeli; mempengaruhi industri dengan kemampuan mereka untuk menekan turunnya harga, permintaan terhadap kualitas atau jasa yang lebih baik, dan memainkan peran untuk melawan satu pesaing dengan lainnya.

6. Deskripsikan pentingnya penghalang masuk dan penghalang mobilitas dalam suatu industri. Berikan contohnya!

Jawab : Suatu perusahaan atau unit bisnis dalam suatu industri atau kelompok strategis membuat keputusan-keputusan strategis yang tidak dapat dengan mudah ditiru oleh pesaing di luar kelompok tersebut tanpa mengeluarkan biaya yang mahal dan waktu yang lama. Hal tersebut biasa dikenal dengan penghalang masuk. Penghalang-penghalang tersebut penting bagi manajer strategis karena keberadaannya dapat mengurangi atau meningkatkan persaingan dalam suatu pangsa pasar.

Penghalang tidak hanya melindungi perusahan-perusahaan dalam kelompok strategis dari masuknya perusahaan di luar industri, tetapi juga menyediakan penghalang untuk berpindah dari satu kelompok strategis ke kelompok strategis lainnya. Hal inilah yang disebut dengan penghalang mobilitas.

Sebagai contoh, perusahaan seperti Procter & Gamble dan General Mills, yang memproduksi produk seperti Tide dan Cheerios, menciptakan penghalang masuk usaha periklanan dan promosi yang dilakukan.

7. Menurut Miles dan Snow, persaingan perusahaan dalam suatu industri dapat dikelompokkan menjadi empat tipe dasar berdasarkan orientasi stategis generik mereka. Jelaskan secara singkat keempat tipe tersebut!

Jawab : Tipe-tipe umum strategis menurut Miles dan Snow terdiri dari beberapa karakteristik :

Ø Defenders; adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki lini produk terbatas dan berfokus pada efisiensi kegiatan-kegiatan operasi mereka yang telah ada. Orientasi pada harga tersebut, membuat perusahaan tidak suka melakukan inovasi pada daerah-daerah yang baru.

Ø Prospectors; adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki lini produk luas, dan berfokus pada inovasi produk dan peluang-peluang pasar. Mereka cenderung untuk lebih menekankan kreativitas dibandingkan efisiensi.

Ø Analyzers; adalah perusahaan yang beroperasi paling sedikit pada dua wilayah pasar produk yang berbeda, satu stabil dan satu variabel. Perusahaan-perusahaan tipe ini menekankan pada efisiensi pada area yang stabil dan inovasi pada area variabel.

Ø Reactors; adalah perusahaan-perusahaan yang kurang memiliki konsistensi hubungan antara strategi, struktur, dan budaya. Tanggapan-tanggapan mereka sering tidak efisien terhadap tekanan-tekanan lingkungan.

8. Mengapa mata-mata industri menjadi isu penting dalam manajemen strategis?

Jawab : Penelitian menunjukkan bahwa orang banyak melakukan pengamatan terhadap lingkungan secara informal dan individual. Mereka memperoleh informasi dari berbagai sumber, seperti pelanggan, pemasok, pegawai bank, konsultan, publikasi, pengamatan pribadi, bawahan, atasan atau rekan kerja.

Banyak orang di semua tingkat organisasi dapat memperoleh banyak data dalam waktu singkat. Oleh karena itu, manajemen puncak harus mengembangkan sistem untuk mendapatkan data dari pihak-pihak yang memilikinya ke orang-orang yang dapat mengintegrasi data-data tersebut dengan informasi-informasi lain, untuk menjadi suatu bentuk pengukuran lingkungan yang komprehensif.

9. Banyak peramalan jangka panjang yang tidak tepat, tetapi mengapa orang tetap bersusah payah melakukannya?

Jawab : Perencanaan jangka panjang penting terutama bagi perusahaan yang memiliki aset besar, seperti otomobil atau perusahaan mesin-mesin berat. Pada perusahaan-perusahaan jenis ini, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengubah proposal yang diterima menjadi produk akhir. Sebagian besar perusahaan harus mendasarkan perencanaan masa depan mereka pada peramalah – seperangkat asumsi mengenai seperti apa masa depan. Asumsi dapat diperoleh dari visi wirausahawan, dari harapan bahwa masa depan akan sama dengan masa sekarang atau dari pendapat-pendapat para ahli.

10. Bandingkan dan cari perbedaan ekstrapolasi kecenderungan dengan penulisan skenario sebagai teknik peramalan!

Jawab : Secara singkat perbedaan keduanya dapat dijelaskan sebagai berikut

Ø Ekstrapolasi adalah perluasan kecenderungan saat ini ke dalam masa depan. Seperti dicontohkan sebuah perusahaan yang menggunakan asumsi bahwa dunia ini konsisten dan perubahan berjalan secara perlahan-lahan pada jangka waktu yang pendek. Tipe pendekatan tersebut melibatkan metode time series, yang berusaha memasukkan serangkaian peristiwa masa lalu ke dalam masa depan. Kelemahan utama peramalan adalah kecenderungan masa lalu didasarkan pada seperangkat pola atau hubungan di antara begitu banyak variabel yang berbeda-beda, sehingga perubahan pada suatu variabel dapat secara drastis mengubah arah kecenderungan.

Ø Penulisan skenario merupakan teknik peramalan yang paling sering digunakan setelah ekstrapolasi kecenderungan. Mula-mula dikembangkan oleh Royal Dutch Sell, penulisan skenario adalah “deskripsi terfokus mengenai masa depan yang secara mendasar berbeda, yang dihadirkan dalam naskah yang koheren atau dalam model naratif.” Oleh karena itu, skenario hanyalah deskripsi tertulis mengenai keadaan masa depan, dalam hal isu-isu dan variabel-variabel penting, atau dapat juga dibuat dengan menggabungkannya dengan teknik-teknik peramalan lainnya.

PENELITIAN KUW Desember 31, 2008

Posted by syairdunk in Current Affair.
add a comment

(Melacak strategi-strategi pada aktivitas utama dan aktivitas pendukung perusahaan)

Pendekatan rantai nilai, pertama kali, dirumuskan oleh Michael Porter pada pertengahan dasawarsa 1980an dan sejak itu dikenal oleh banyak pihak. Tidak berbeda dengan pendekatan fungsional, pendekatan ini juga mencoba melakukan proses disagregasi perusahaan. Untuk mengenali kekuatan dan kelemahan perusahaan, Porter menyatakan bahwa pada dasarnya perusahaan harus dilihat sebagai kumpulan aktifitas yang saling terkait satu sama lain untuk menghasilkan dan menjual barang dengan harapan mampu memberikan kepuasan kepada konsumen.

Adapun perusahaan yang kami jadikan objek pengamatan kami dalam tugas ini adalah Pabrik Roti Karunia. Pabrik ini berlokasi di Anduonohu, tepatnya di Jalan EA Mokodompit, Lr. Frid , yaitu berdekatan dengan lokasi pabrik Perusahaan Air Minum FRID. Perusahaan ini dididirikan pada tahun 1998 oleh pemiliknya yang bernama Bapak Subaktiar Atan.

Pada dasarnya ada tiga tahapan yang perlu dikerjakan. Pertama, dan yang menjadi fokus pada tugas ini yaitu manajemen perlu secara detail mengidentifikasi aktifitas yang perlu dikerjakan, baik langsung maupun tidak langsung, sejak sebelum memproduksi barang, proses produksi, menyampaikan barang tersebut ke konsumen, dan pelayanan purna jual. Dalam hal ini dibedakan ke dalam 2 kelompok besar yaitu :

1) Aktifitas Pokok, terdiri dari :

© Logistik masuk : yaitu aktivitas-aktivitas seperti penanganan bahan baku, gudang, dan kontrol persediaan, digunakan untuk menerima, menyimpan, dan menyebarkan input-input ke produk.

Strategi dalam perusahaan :

Perusahaan dalam aktifitas logistik masuk, dalam hal ini bahan baku, diperoleh selain dari daerah Kendari sendiri berupa bahan-bahan pembantu seperti gula pasir, mentega, dan lain-lain, ada juga yang didatangkan dari Surabaya berupa tepung (langsung dari pabrik tepung itu sendiri), termasuk plastik kemasan.

© Aktivitas Operasi : yakni aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk mengkonversi input-input yang disediakan oleh logistik masuk ke bentuk produk akhir, permesinan, pengemasan, perakitan, dan pemeliharaan peralatan.

Strategi dalam perusahaan :

Berikut ini akan dijelaskan secara singkat proses pembuatan roti mulai dari bahan baku hingga menjadi barang jadi. Adapun proses pembuatannya adalah sebagai berikut :

1. Bahan baku yang diperlukan diangkut dan dikumpulkan dibagian pencampuran.

2. Setelah semua bahan terkumpul, maka bahan tersebut dimasukkan ke dalam mixer meliputi terlur, gula pasir halus dan dikocok selama beberapa menit hingga warnanya keputihan dan agak kental.

3. Setelah pencampuran awal ini selesai, baru kemudian adonan ini ditambah garam, mentega dan terus diaduk hingga rata baru dimasukkan terigu dan ragi sedikit demi sedikit hingga adonan bisa digiling

4. Setelah adonan selesai, maka langkah selanjutnya menghaluskan, dengan maksud agar tidak ada adonan yang masih menggumpal terigunya.

5. Setelah adonan benar-benar halus, adonan tersebut siap untuk dipotong sesuai dengan ukuran dengan menggunakan mesin pemotong, lalu potongan tersebut siap dibentuk. Dalam proses pembentukan ini dimasukkan bahan penolong seperti kacang, meses, coklat, seley, dan lain-lain sesuai jenis roti yang akan dibuat lalu disimpan secara teratur di atas talang yang telah disiapkan.

6. Selanjutnya roti mentah tadi diangkut dan disimpan di dalam suatu ruangan khusus untuk pengendapan atau steam dalam beberapa menit, hal ini dimaksudkan agar roti dapat mengembang dengan baik sehingga nantinya akan dihasilkan roti yang memiliki rasa yang enak serta kualitas yang bagus.

7. Jika roti sudah mengembang, selanjutnya dimasukkan ke dalam oven untuk dibakar hingga matang setelah sebelumnya roti-roti tersebut diolesi mentega untuk menghindari kerusakan.

8. Setelah matang, roti tersebut langsung dimasukkan dalam plastik namun terlebih dahulu harus diangin-anginkan supaya tidak cepat berjamur dan tahan lama.

9. Setelah benar-benar dingin, baru roti siap dibungkus dan dikemas ke dalam plastik yang sudah diberikan labelnya sesuai dengan jenisnya.

© Logistik keluar : yaitu aktivitas-aktivitas yang melibatkan pengumpulan, penyimpanan, dan pendistribusian secara fisik produk final kepada para pelanggan. Contoh-contoh dari aktivitas ini meliputi penyimpanan barang jadi di gudang, dan pemrosesan pesanan.

Strategi dalam perusahaan :

Tahap ini adalah kelanjutan dari proses produksi pada poin (9) di atas, selanjutnya diangkut ke gudang penampungan sebelum disalurkan ke konsumen. Saat ini, pabrik setiap harinya mampu menghasilkan sebanyak 10.000 roti per harinya dengan jenis yang berbeda di mana dalam hal ini pabrik memproduksi 10 macam roti baik jenis maupun rasanya, atau sekitar 1 ton per bulannya.

© Pemasaran dan penjualan : yakni aktivitas-aktivitas yang diselesaikan untuk menyediakan sarana yang melaluinya para pelanggan dapat membeli produk dan mempengaruhi mereka untuk melakukannya. Untuk secara efektif memasarkan dan menjual produk, perusahaan mengembangkan iklan-iklan dan kampanya profesional, memilih jaringan distribusi yang tepat, dan memilih, mengembangkan, dan mendukung tenaga penjualan mereka.

Strategi dalam perusahaan :

Sedangkan daerah pemasarannya adalah seluruh wilayah Sulawesi Tenggara kecuali Kolaka Utara dan Bombana yang sampai saat ini distribusinya belum sampai ke sana.

Dari segi distribusi dan pemasaran produk, kami melihat bahwa perusahaan masih menggunakan armada-armada kendaraan roda dua langsung ke konsumen. Hal ini kurang efektif bila dibandingkan dengan mengantar atau menitipkan pada perusahaan penjualan yang sudah mempunyai nama besar seperti swalayan. Kami yakin, jika ini diterapkan maka skala produksi perusahaan bisa bertambah luas.

© Servis : yaitu aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan atau memelihara nilai produk. Perusahaan terlibat dalam sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan jasa, termasuk instalasi, perbaikan, pelatihan, dan penyesuaian.

Strategi dalam perusahaan :

Berdasarkan pengamatan kami, tahap ini belum termasuk dalam rantai nilai perusahaan.

2. Aktivitas pendukung; terdiri dari :

© Pembelian : yaitu aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk membeli input-input yang diperlukan untuk memproduksi produk perusahaan. Input-input pembelian meliputi item-item yang semuanya dikonsumsi selama proses manufaktur produk (misalnya bahan baku dan supplier, juga aktiva tetap – yaitu mesin-mesin, peralatan laboratorium, peralatan kantor, dan gedung).

Strategi dalam perusahaan :

Item-item yang dikonsumsi selama proses manufaktur yakni bahan baku :

1. Bahan Baku Utama : 2. Bahan baku pembantu :

– Terigu – Coklat

– Gula Pasir – Meses

– Mentega – Kacang

– Ragi/ Pernifan – Selai

– Garam – Susu

– Air – Telur

– Plastik

Semua bahan di atas diperoleh dari Kendari, namun khusus untuk tepung terigu langsung didatangkan dari pabrik di Surabaya dengan pesanan dalam partai besar.

© Pengembangan Teknologi : yaitu aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk memperbaiki produk dan proses yang digunakan perusahaan untuk memproduksinya. Pengembangan teknologi dapat dilakukan dalam bermacam-macam bentuk, misalnya peralatan proses, desain riset, pengembangan dasar, dan prosedur pemberian servis.

Strategi dalam perusahaan :

Mesin dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan roti pada Pabrik Roti Karunia adalah :

– Mesin Mixer, digunakan untuk mencampur semua bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan roti

– Mesin rolling, digunakan untuk menghaluskan adonan

– Mesin pemotong, digunakan untuk memotong adonan yang sudah awet menjadi potongan yang sesuai ukuran

– Oven pembakaran, digunakan untuk membakar roti mentah yang sudah dibuat

– Timbangan kue, digunakan untuk menimbang bahan-bahan sesuai keperluan

– Talang, digunakan sebagai wadah bahan yang diperlukan dalam pembuatan roti

– Ember plastik digunakan sebagai wadah bahan yang akan dicampur ke dalam mixer

– Rak, digunakan sebagai tempat menyusun talang-talang yang berisi roti yang siap dibakar

– Pengayak, digunakan untuk mengayak tepung terigu

© Manajemen Sumber Daya Manusia : yaitu aktivitas-aktivitas yang melibatkan perekrutan, pelatihan, pengembangan, dan pemberian kompensasi kepada semua personel.

Strategi dalam perusahaan :

Saat ini Bapak Subaktiar Atan telah memiliki sebanyak 30 orang karyawan, yang masing-masing bekerja pada bagian produksi yang berbeda.

Adapun proses perekrutannya sangat sederhana. Asal mampu bekerja keras dan cepat belajar, maka telah memenuhi persyaratan untuk menjadi karyawan di perusahaan. Jumlah kompensasi pun terus disempurnakan dari waktu ke waktu, agar dapat memenuhi kebutuhan para karyawan dan keluarganya.

© Infrastruktur perusahaan : yang meliputi aktivitas-aktivitas seperti general management, perencanaan, keuangan, akuntansi, hukum, dan relasi pemerintahan, yang diperlukan untuk mendukung kerja seluruh rantai nilai. Melalui infrastruktur ini, perusahaan berusaha dengan efektif dan konsisten mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman-ancaman, mengidentifikasi sumber daya dan kapabilitas, dan mendukung kompetensi inti.

Strategi dalam perusahaan :

Manajemen perusahaan belum tertata baik, berhubung perusahaan ini adalah perusahaan perseorangan. Namun tidak berarti perencanaan tidak menjadi terabaikan.

Fungsi akuntansi masih dilaksanakan secara manual oleh karyawan yang mempunyai kompetensi untuk itu.

Untuk itu disarankan kepada perusahaan agar mulai menata manajemen perusahaan dengan baik dan berusaha mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman-ancaman dari pesaing.

DOKUMENTASI

1. Lampiran Visual Teknologi

clip_image002 clip_image004

clip_image006 clip_image008

clip_image010 clip_image012

clip_image014 clip_image016

clip_image018 clip_image020

  1. Visual Lay Out

clip_image022Syawal dan Deni berdiri berpose bersama pemilik pabrik yang bernama bapak Subaktiar Atan di depan rumah yang sekaligus berfungsi sebagai kantor untuk operasional perusahaan sehari-hari.

clip_image024

Kendaraan angkutan yang digunakan oleh pabrik roti Karunia untuk mendistribusikan produk langsung ke konsumen.

METODOLOGI RISET Desember 30, 2008

Posted by syairdunk in Edukasi.
add a comment

A. Filosofi Paradigma Metodologi Riset

Suatu pengetahuan dibangun berdasarkan asumsi-asumsi filosofi tertentu. Asumsi-asumsi tersebut dalah ontologi, epistimologi, hakikat manusia, dan metodologi. Ontologi berhubungan dengan hakikat atau sifat dari realitas atau objek yang akan diinvestigasi. Epistimologi berhubungan dengan sifat dari ilmu pengetahuan, bentuk dari ilmu pengetahuan tersebut dan bagaimana mendapatkan serta menyebarkannya.

Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, Burrel dan Morgan (1979) mengelompokkan pengetahuan dalam tiga paradigma yaitu :

  1. Paradigma Fungsionalis

Sering disebut juga dengan fungsionalis struktural atau kontijensi rasional. Paradigma ini merupakan paradigma yang umum dan bahkan sangat dominan digunakan dalam riset akuntansi dibandingkan dengan paradigma yang lain, sehingga disebut juga dengan paradigma utama. Secara ontologi, paradigma utama ini sangat dipengaruhi oleh realitas fisik yang menganggap bahwa realitas objektif berada secara bebas dan terpisah di luar diri manusia. Realitas diukur, dianalisis, dan digambarkan secara objektif.

Pemahaman tentang realitas akan mempengaruhi bagaimana cara memperoleh ilmu pengetahuan yang benar. Secara epistemologi, akuntansi utama melihat realitas sebagai realitas materi yang mempunyai suatu keyakinan bahwa ilmu pengetahuan akuntansi dapat dibangun dengan rasio dan dunia empiris. Berdasarkan pada keyakinan tersebut, peneliti akuntansi utama sangat yakin bahwa satu-satunya metode yang dapat digunakan untuk membangun ilmu pengetahuan akuntansi adalah metode ilmiah. Suatu penjelasan dikatakan ilmiah apabila memenuhi tiga komponen, yaitu :

  1. Memasukkan satu atau lebih prinsip-prinsip atau hukum umum
  2. Mengandung prakondisi yang biasanya diwujudkan dalam bentuk pernyataan-pernyataan hasil observasi.
  3. Memiliki satu pernyataan yang menggambarkan sesuatu yang dijelaskan.
  1. Paradigma Interpretif

Terdapat dua perbedaan antara paradigma fungsionalis dengan interpretif. Perbedaan pertama adalah bahwa paradigma interpretif memusatkan perhatian tidak hanya pada bagaimana membuat perusahaan berjalan dengan baik, tetapi juga bagaimana menghasilkan pemahaman yang luas dan mendalam mengenai bagaimana manajer dan karyawan dalam organisasi memahamii akuntansi, berpikir tentang akuntansi serta berinteraksi dan menggunakan akuntansi. Perbedaan kedua adalah bahwa para interaksionis tidak percaya pada keberadaan realitas organisasi yang tunggal dan konkret, melainkan pada situasi yang ditafsirkan organisasi dengan caranya masing-masing. Yang lebih penting lagi adalah bahwa pemahaman mereka menjadi nyata karena mereka bertindak untuk suatu peristiwa dan situasi atas dasar makna pribadinya.

  1. Paradigma Strukturalisme Radikal

Aliran alternatif lainnya adalah strukturalis radikal yang mempunyai kesamaan dengan fungsionalis, yang mengasumsikan bahwa sistem sosial mempunyai keberadaan ontologis yang konkret dan nyata. Pendekatan ini memfokuskan pada konflik mendasar sebagai dasar dari produk hubungan kelas dan struktur pengendalian, serta memperlakukan dunia sosial sebagai objek eksternal dan memiliki hubungan terpisah dari manusia tertentu.

  1. Paradigma Humanis Radikal

Riset-riset akan diklasifikasikan dalam paradigma humanis radikal jika didasarkan pada teori kritis dari Frankfur Schools dan Habermas. Pendekatan kritis ini melihat objek studi sebagai suatu interaksi sosial yang disebut dengan dunia kehidupan, yang diartikan sebagai interaksi berdasarkan pada kepentingan kebutuhan yang melekat dalam diri manusia dan membantu untuk pencapaian saling memahami. Interaksi sosial dalam dunia kehidupan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :

a. Interaksi yang mengikuti kebutuhan sosial alami, misalnya kebutuhan akan sistem informasi manajemen.

b. Interaksi yang dipengaruhi oleh mekanisme sistem, misalnya pemilihan sistem yang akan dipakai atau konsultan mana yang diminta untuk merancang sistem bukan merupakan interaksi sosial yang alami karena sudah mempertimbangkan berbagai kepentingan.

B. Peluang Riset Akuntansi Keperilakuan pada Lingkungan Akuntansi

Dengan secara khusus menelaah riset akuntansi keperilakuan sebelumnya dapat diperoleh suatu kerangka analisis dan diskusi yang dibatasi pada peluang, terutama pada hasil potensi subbidang dan implikasinya untuk subbidang akuntansi yang lain.Beberapa subbidang akuntansi di antaranya :

· Audit

Suatu tinjauan audit atas artikel akuntansi keperilakuan selama tahun 1990-1991 menunjukkan penekanan pada kekuatan dalam pembuatan keputusan yang merupakan karakteristik dari sebagian besar riset akuntansi keperilakuan. Libby dan Frederick (1990) seara persuasif menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai bagaimana variabel-variabel psikologi seperti pembelajaran, pengetahuan faktual, dan prosedural, serta pengaruh memori dalam pembuatan keputusan.

Riset audit menyarankan suatu hubungan yang kompleks antara pengalaman dan kinerja yang belum dipahami dengan baik. Sementara riset yang dikembangkan dalam audit, sebagai contoh, hubungan kemampuan dan peran latar belakang, merupakan aspek dari hubungan antara pengalaman dan kinerja yang hanya memperoleh sedikit perhatian dan penerimaan dalam literatur audit. Sementara, riset akuntansi keperilakuan dalam bidang manajerial telah dipelajari dengan lebih rinci.

· Akuntansi Keuangan

Beberapa publikasi menunjukkan bahwa riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi keuangan jumlahnya terbatas sehingga sulit untuk didefinisikan. Beberapa bukti menunjukkan bahwa terbatasnya pemrosesan informasi yang tidak mendorong lebih banyak dilakukannya riset akuntansi keperilakuan merupakan pertanyaan yang menarik. Secara jelas, pentingnya riset akuntansi keuangan yang berbasis pasar modal dibandingkan dengan audit menunjukkan kurang kuatnya permintaan eksternal terhadap riset akuntansi keperilakuan dalam bidang keuangan, yang oleh sebagian besar kantor akuntan publik dijadikan alasan untuk tidak melakukan diskusi yang lebih lanjut.

· Akuntansi Manajemen

Analisis ini pada awalnya menunjukkan bahwa riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi manajemen merupakan pertimbangan yang lebih luas dibandingkan dengan riset yang sama dalam akuntansi keuangan, dan memungkinkan pencerminan tradisi lama yang berbeda dari riset akuntansi keperilakuan dalam bidang audit. Variabel organisasional dan lingkungan mempunyai pengaruh yang penting terhadap perilaku organisasional dan perilaku individu dalam organisasi.

Riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi manajemen cenderung fokus pada variabel lingkungan dan organisasional yang mengandalkan teori agensi, seperti insentif dan variabel asimetri informasi. Sementara, riset akuntansi keperilakuan dalam bidang audit lebih fokus pada variabel psikologi, khususnya kesadaran.

· Sistem Informasi Akuntansi

Keterbatasan riset akuntansi keperilakuan dalam bidang sistem informasi akuntansi adalah kesulitan untuk membuat generalisasi, meskipun berdasarkan pada studi sistem akuntansi yang lebih awal sekalipun. Adalah jelas bahwa desain sistem mempengaruhi penggunaan informasi. Informasi akan mendorong penggunaan keunggulan teknologi saat ini, seperti pencitraan data, jaringan, dan akses data dinamis melalui sistem pengoperasian menyarankan pertimbangan atas peluang riset akuntan keperilakuan dalam bidang sistem akuntansi.

C. Perkembangan Terakhir

Wawasan dalam riset akuntansi keperilakuan saat ini bisa diperoleh dengan dua cara, yaitu :

1. Survei publikasi utama dari riset akuntansi keperilakuan.

2. Klasifikasi topik artikel yang dipublikasikan dan pemetaan publikasi terhadap model perilaku individu.

Jurnal-jurnal umumnya dipilih karena merupakan jurnal yang paling banyak meneribitkan bagian riset ini dengan metodologi yang terbuka untuk seluruh objek akuntansi. Accounting, Organzation, and Society merupakan jurnal yang cenderung memfokuskan isinya pada riset akuntansi keperilakuan, meskipun jurnal tersebut juga menerbitkan jenis riset lainnya. Dalam periode sekarang audit merupakan riset keperilakuan yang paling banyak diterbitkan dalam Behaviorial Research in Accounting. Selanjutnya, urutan berikutnya diduduki oleh bidang akuntansi manajemen yang hampir mencapai seperempat dari total penerbitan, sementara sisanya merupakan subbidang lainnya.

D. Teori Keperilakuan tentang Perusahaan

Teori organisasi modern mempunyai kaitan dengan perilaku perusahaan sebagai suatu kesatuan terhadap pemahaman kegiatan perusahaan dan alasan anggotanya. Bila dipastikan bahwa bisnis, tanpa mempedulikan besar kecilnya, biasanya dipandang sebagai milik dari pemegang saham yang perhatiannya lebih terfokus pada dimensi-dimensi keuangan, yang berputar di sekitar harga saham dan berada di luar lingkup keputusan.

Untuk menguraikan bagaimana perusahaan mengadopsi seperangkat tujuan dan bagaimana perusahaa mengawali penyesuaian dan pencapaian memerlukan suatu pemahaman yang mendasar atas keputusan dan proses penyelesaian masalah dengan pasti. Agar lebih spesifik, teori modern perusahaan terkait dengan arah tujuan perilaku yang dipastikan berkaitan dengan tujuan, motivasi, dan karakteristik menyelesaikan masalah anggota-anggotanya.

Akhirnya pengambilan keputusan perusahaan, proses menyelesaikan masalah struktur organisasi, pembagian kerja, penggunaan prosedur standar operasional, dan seterusnya diruaikan sebagai fungsi peserta yang menyelesaikan masalah perilaku yang ditandai oleh pembatasan kapasitas mereka secara rasional. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah bahwa perusahan dapat dipandang sebagai suatu keseimbangan dalam mencari sistem pengambilan keputusan. Komposisi tujuan dapat berubah dari waktu ke waktu, tetapi proses tingkat penyesuaian harus mengikuti beberapa aturan. Jalannya operasional perusahaan dibatasi oleh tingkat sampai sejauh mana kapasitas penyelesaian masalah dalam pengembalian informasi.

E. Wawasan untuk Masa Depan

Masalah utama di masa mendatang adalah bahwa pendanaan untuk riset ini akan berkurang jumlahnya. Kantor Akuntan Publik yang termasuk dalam “The big 6” di AS saat ini kurang mendukung riset akademik dibandingkan di masa lau. Banyak universitas yang pada umumnya memiliki pengalaman pencatatan anggaran akan menunjukkan penurunan sumber yang memberikan dukungan terhadap riset. Karena riset keperilakuan saat ini cenderung menjadi lebih mahal dibandingkan dengan apa yang bisa diusahakan oleh akuntan, maka akan terasa lebih sulit untuk melakukan pekerjaan tersebut. Sikap dan pandangan dari beberapa pengusaha yang mempunyai anggapan kurang positif terhadap kegiatan riset ini juga berpengaruh, karena mereka tidak selalu memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami bahwa kegiatan para praktisi merupakan bagian dari kemampuan aplikasi hasil riset.

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN Desember 28, 2008

Posted by syairdunk in Edukasi.
add a comment

A. Akuntansi Pertanggungjawaban vs Akuntansi Konvensional

Akuntansi pertanggungjawaban tidaklah melibatkan deviasi apa pun dari prinsip akuntansi yang diterima secara umum. Akuntansi pertanggungjawaban berbeda dengan akuntansi konvensional dalam hal cara operasi direncanakan dan cara data akuntansi diklasifikasikan serta diakumulasikan. Dalam akuntansi konvensional, data diklasifikasikan berdasarkan hakikat atau fungsinya dan tidak digambarkan sebagai individu-individu yang bertanggung jawab atas terjadinya dan pengendalian terhadap data tersebut.

Akuntansi pertanggungjawaban meningkatkan relevansi dari informasi akuntansi dengan cara menetapkan suatu kerangka kerja untuk perencanaan, akumulasi data, data pelaporan yang sesuai dengan struktur organisasional dan hierarki pertanggungjawaban dari suatu perusahaan.

Oleh karena itu, akuntansi pertanggungjawaban tidak mengalokasikan biaya gabungan ke segmen-segmen yang memperoleh manfaat daripadanya melainkan membebankan biaya tersebut kepada individu di segmen yang menginisiasi dan mengendalikan terjadinya biaya tersebut.

Akuntansi pertanggungjawaban melaporkan baik siapa yang membelanjakan uang tersebut maupun apa yang dibeli oleh uang tersebut. Oleh karena itu, akuntansi pertanggungjawaban menambahkan dimensi manusia pada perencanaa, akumulasi data, dan pelaporan. Karena biaya yang dianggarkan dan diakumulasikan sepanjang garis tanggung jawab, laporan yang diterima oleh manajer segmen sangat sesuai untuk evaluasi kinerja dan alokasi penghargaan.

B. Jaringan Pertanggungjawaban

Akuntansi pertanggungjawaban didasarkan pada pemikiran bahwa seluruh biaya dapat dikendalikan dan bahwa masalahnya hanya terletak pada penetapan titik pengendaliannya.

Untuk tujuan ini, struktur organisasi perusahaan dibagi-bagi ke dalam suatu jaringan pusat-pusat pertanggungjawaban secara individual atau, sebagaimana didefinisikan oleh National Association of Accountants, ke dalam unit-unit organisasional yang terlibat dalam pelaksanaan suatu fungsi tunggal atau sekelompok fungsi yang saling berkaitan satu sama lain, yang memiliki seorang kepala yang bertanggungjawab untuk aktivitas dari unit tersebut. Dengan kata lain, setiap unit dari jaringan organisasional ini, atau secara lebih spesifik, individu yang bertanggungjawab untuk unit tersebut, bertanggung jawab untuk melaksanakan suatu fungsi dan untuk menggunakan sumber daya seefisien mungkin dalam melaksanakan fungsi ini.

Untuk memastikan jaringan tanggung jawab dan akuntabilitas berfungsi dengan mulus, struktur organisasional suatu perusahaan harus dianalisis dan laba serta beban yang sebenarnya dari tanggung jawab tersebut ditentukan secara hati-hati. Dalam praktiknya, penggambaran pusat pertanggungjawaban seringkali merupakan tugas yang paling sulit dalam konstruksi dan instalasi system tersebut.

C. Jenis-Jenis Pusat Pertanggungjawaban

Pusat-pusat pertanggungjawaban individu berfungsi sebagai kerangka kerja untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja dari manajer segmen. Kinerja manajer dalam kerangka kerja akuntansi pertanggungjawaban disamakan dengan kemampuan mereka untuk mengelola factor-faktor operasional tertentu yang dapat dikendalikan. System tersebut tidak mampu mengukur dan mengevaluasi kinerja secara total, yang selain itu akan memasukkan factor-faktor seperti pengendalian mutu, tingkat moral bawahan, dan kualitas pimpina. Factor-faktor tersebut harus diukur dan dievaluasi dengan cara lain.

Pusat pertanggungjawaban dikelompokkan ke dalam empat kategori, yang masing-masing mencerminkan rentang dan diskresi atas pendapatan dan/ atau biaya serta lingkup pengendalian dari manajer yang bertanggung jawab. Pusat pertanggungjawaban tersebut dapat berupa :

1. Pusat biaya (Cost Center); merupakan bidang tanggung jawab yang menghasilkan suatu produk atau memberikan suatu jasa. Manajer yang bertanggungjawab atas pusat biaya memiliki diskresi dan kendali hanya atas penggunaan sumber daya fisik dan manusia yang diperlukan untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

2. Pusat pendapatan (revenue center); jika tanggung jawab utama dari seorang manajer adalah penghasilan pendapatan, maka segmennya sebagiknya diperlakukan sebagai pusat pendapatan. Manajer pusat tidak mempunyai diskresi maupun pengendalian terhadap investasi pada aktiva atau biaya lain dari barang atau jasa yang akan dijual.

3. Pusat laba (Profit center); adalah segmen di mana manajer memiliki kendali baik atas pendapatan maupun atas biay, manajer dievaluasi berdasarkan efisiensi mereka dalam menghasilkan pendapatan dan mengendalikan biaya. Diskresi yang mereka miliki terhadap biaya meliputi beban produksi dari produk atau jasa. Tanggung jawab mereka adalah lebih luas dibandingkan dengan tanggung jawab dari pusat pendapatan atau pusat biaya karena mereka bertanggung jawab atas fungsi distribusi dan manufaktur.

4. Pusat investasi (investment center); bertanggung jawab terhadap investasi dalam aktiva serta pengendalian atas pendapatan dan biaya. Mereka bertanggung jawab untuk mencapai margin kontribusi dan target laba tertentu serta efisiensi dalam penggunaan aktiva.

D. Menetapkan Pertanggungjawaban

Setelah memilih jenis dari struktur organisasi, maka tugas penting berikutnya dalam membangun suatu system pertanggungjawaban yang efektif secara keperilakuan adalah menggambarkan pertanggungjawaban.

Pengaruh perilaku yang menguntungkan dari pembebanan tanggung jawab atas fungsi-fungsi tertentu kepada individu yang didukung dengan riset-riset empiris. Sayangnya, saling ketergantungan dari berbagai segmen suatu organisasi seringkali menimbulkan kesulitan dalam membuat gambaran tanggung jawab yang jelas.

Dalam konteks ini, pengendalian berarti bahwa manajer mempunyai kemampuan yang siginifikan untuk mengubah jumlah dari pos-pos tersebut. Oleh karena itu, tanggung jawab atas deviasi dari target penggunaan sebaiknya dibebankan kepada manajer departemen pembelian. Tetapi, jika pemborosan berlibihan dengan jelas disebabkan oleh bahan baku yang cacat, maka tanggung jawab untuk tambahan biaya yang terjadi sebaiknya dibebankan kepada orang yang melakukan pembelian.

Penggambaran akhir dari pertanggungjawaban seharusnya seimbang dan diterima oleh semua pihak yang terlibat. Jika dilakukan secara memadai, maka hal tersebut seharusnya bersifat superior secara motivasional dibandingkan dengan praktik-praktik umum yang menganggap manajer bertanggung jawab atas hal-hal yang tidak dapat mereka ubah

E. Asumsi Keperilakuan dari Akuntansi Pertanggungjawaban

Perencanaan pertanggungjawaban, akumulasi data, dan system pelaporan didasarkan pada beberapa asumsi yang berkenaan dengan operasi dan perilaku manusia, meliputi :

1. Manajemen berdasarkan perkecualian (MBE) adalah mencukupi untuk mengendalikan operasi secara efektif

2. Manajemen berdasarkan tujuan (MBO) akan menghasilkan anggaran, biaya standar, tujuan organisasi, dan rencana praktis untuk mencapainya yang disetujui bersama

3. Struktur pertanggungjawaban dan akuntabilitas mendekati struktur hierarki organisasi

4. Para manajer dan bawahannya rela menerima pertanggungjawaban dan akuntbilitas yang dibebankan kepada mereka melalui hierarki organisasi.

5. Sistem akuntansi pertanggungjawaban mendorong kerja sama dan bukan persaingan